Bio-TCV, RI Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional 

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Kamis 16 Juli 2026 16:33 WIB
Bio-TCV, RI Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional (Foto: Dokumentasi)
Share :

JAKARTA - PT Bio Farma (Persero) meluncurkan Bio-TCV (Typhoid Conjugate Vaccine), vaksin tifoid konjugat hasil pengembangan dalam negeri yang menjadi tonggak penting dalam memperkuat kedaulatan vaksin nasional. 

Bio-TCV menegaskan bahwa pengembangan vaksin nasional membutuhkan kolaborasi yang erat antara industri, akademisi, peneliti, tenaga kesehatan, regulator, pemerintah, serta mitra strategis global. Kehadiran Bio-TCV juga menunjukkan kemampuan Indonesia membangun ekosistem vaksin dari hulu hingga hilir, mulai dari riset, transfer teknologi, uji klinis, persetujuan regulator, produksi, hingga strategi perluasan akses bagi masyarakat.

Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya mengatakan, demam tifoid masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia sebagai negara endemis. Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya bergantung pada vaksinasi, tetapi juga memerlukan perbaikan sanitasi, keamanan pangan, akses air bersih, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

"Bio Farma menghadirkan Bio-TCV sebagai bagian dari kontribusi kami dalam mendukung pencegahan demam tifoid sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan nasional," kata Shadiq di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Dia menambahkan, vaksin ini merupakan hasil kolaborasi jangka panjang bersama International Vaccine Institute (IVI) yang dimulai sejak 2010, dilanjutkan dengan transfer teknologi pada 2013, serta melalui proses riset, pengembangan, uji klinis bersama FKUI hingga memperoleh persetujuan regulator. 

"Kehadiran Bio-TCV mencerminkan kemampuan Indonesia membangun ekosistem pengembangan vaksin dari hulu hingga hilir, mulai dari riset hingga produksi, sehingga diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap vaksin dan mendukung penguatan sistem kesehatan nasional," ujarnya.

Bio-TCV merupakan vaksin tifoid konjugat yang dikembangkan untuk membantu mencegah demam tifoid akibat infeksi bakteri Salmonella typhi. Vaksin ini dapat diberikan mulai usia enam bulan hingga dewasa sesuai indikasi yang telah memperoleh persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Indonesia sendiri masih menjadi negara endemis tifoid. Data World Health Organization (WHO) tahun 2024 menunjukkan terdapat sekitar 9 juta kasus demam tifoid setiap tahun di dunia dengan sekitar 110 ribu kematian. Di Indonesia, prevalensi tifoid diperkirakan mencapai 1,6 persen dari populasi dengan angka kejadian sekitar 148,7 per 100.000 penduduk.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya