Menurut Darmawan, Program Listrik Desa tidak hanya membangun jaringan listrik, tetapi juga membuka peluang ekonomi, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat ketahanan energi nasional. Karena itu, keberhasilannya membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan.
Sementara itu, Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna, mengatakan pemerintah bersama PLN telah menyusun roadmap Program Listrik Desa yang terintegrasi dengan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) untuk mempercepat pemerataan akses listrik secara lebih terarah.
“Kami sudah menyusun roadmap untuk Program Listrik Desa, yang juga dikombinasikan dengan BPBL atau Bantuan Pasang Baru Listrik. Dalam program ini, pemerintah bertugas membantu masyarakat yang kurang mampu agar dapat tersambung ke jaringan listrik,” kata Andriah.
Sejalan dengan komitmen tersebut, implementasi Program Listrik Desa terus menunjukkan progres positif. Hingga April 2026, PLN telah merealisasikan penyediaan akses listrik melalui pendanaan APBN di 1.403 lokasi yang telah melayani 40.724 rumah tangga. Hingga akhir tahun 2026, PLN bersama pemerintah menargetkan perluasan program di 2.792 lokasi dengan potensi menjangkau 137.266 calon pelanggan.
(Feby Novalius)