JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu, mengungkapkan adanya tren perlambatan pertumbuhan tabungan pada kelompok masyarakat kelas menengah dalam tiga bulan terakhir, meski secara tahunan (year-on-year) nominal dan jumlah rekening masih menunjukkan kenaikan tipis.
“Saya hanya memotret saja bahwa jumlah nominal jumlah rekening naik, itu saja khususnya year-on-year. Memang 3 bulan terakhir itu ada perlambatan, tetap naik,” ujar Anggito dikutip, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Meski mencatat perlambatan, Anggito belum memberikan rincian angka pasti mengenai penurunan pertumbuhan tersebut.
Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi dinamika ini adalah semakin sedikitnya jumlah penduduk usia produktif (15-69 tahun) yang belum memiliki akses perbankan.
Saat ini, jumlah penduduk yang belum memiliki rekening tersisa sekitar 15 juta jiwa, dengan angka penurunan rata-rata 2 juta orang setiap tahunnya.
“Jumlah penduduk yang tidak punya rekening semakin kecil sekarang. Kan setiap tahun saya monitor, turun sekitar 2 jutaan. Sekarang tinggal 15 juta. Berarti kan masyarakat punya rekening untuk beraktivitas. Terus rekening yang aktif, itu masih semakin banyak setahun terakhir ini,” tambahnya.
Data tersebut, kata Anggito, mengindikasikan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat secara umum masih berjalan normal.