Program-program tersebut mencakup peningkatan integrasi ESG dalam aktivitas bisnis emiten, penguatan kualitas pengungkapan informasi keberlanjutan, pengembangan berbagai instrumen pembiayaan berkelanjutan, peningkatan kapasitas seluruh pelaku pasar, hingga perluasan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
"Visi akhirnya adalah membangun ekosistem pasar modal Indonesia yang berkelanjutan dan berdaya saing secara global," katanya.
Lebih lanjut, Edi menegaskan keberhasilan transformasi menuju ekonomi berkelanjutan tidak dapat dicapai hanya oleh regulator. Menurutnya, dukungan dari seluruh pelaku industri, mulai dari emiten, investor, lembaga jasa keuangan, hingga mitra pembangunan menjadi faktor penting dalam mewujudkan pasar modal yang lebih berkelanjutan.
"Semakin kuat sinergi yang kita bangun, semakin besar pula peluang Indonesia menjadi salah satu pusat investasi berkelanjutan di kawasan ini," ujarnya.
Edi menambahkan, langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan ekonomi nasional yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor domestik maupun global.
(Feby Novalius)