Iran mengatakan mereka memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz dan bahwa jalur air tersebut "sepenuhnya tertutup," memperingatkan bahwa kapal tanker minyak tidak akan diizinkan untuk melintas tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan otoritas Iran.
Bersama-sama, jalur air Hormuz dan Bab el-Mandeb menangani sebagian besar pengiriman minyak mentah melalui laut, sehingga keduanya diawasi ketat oleh pasar energi.
Para pelaku usaha semakin fokus pada risiko transportasi, meningkatnya biaya asuransi, dan kemungkinan serangan lebih lanjut terhadap kapal tanker atau fasilitas energi.
“Fokus pasar hari ini adalah rilis Klaim Pengangguran Awal untuk minggu yang berakhir pada 18 Juli. Para pedagang juga bersiap untuk data S&P Flash PMI di hari Jumat dan keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) minggu depan,” ujar Ibrahim.
Dari sentimen domestik, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka opsi untuk memotong anggaran pertahanan dan kepolisian. Langkah ini bisa saja diambil jika kondisi fiskal dan target defisit anggaran mengalami tekanan.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada pembicaraan untuk mengalihkan sebagian anggaran pertahanan dan kepolisian.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah akan menghemat anggaran demi menghilangkan kemiskinan dan kelaparan di Indonesia.
Jika diperlukan, Prabowo juga akan memangkas anggaran pertahanan dan polisi. "Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan," kata Prabowo.
Di sisi lain, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat pertumbuhan ekonomi.
Adapun kebijakan ini dapat mendorong sektor riil untuk tetap bergerak dan meningkatkan penyaluran kredit. Keputusan ini juga bertujuan untuk menjaga inflasi dalam kisaran sasaran pemerintah dan meningkatkan aliran investasi portofolio asing.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.930-Rp17.980 per dolar AS.
(Taufik Fajar)