Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Level Rp17.936 per Dolar AS

Anggie Ariesta, Jurnalis
Kamis 23 Juli 2026 15:54 WIB
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup turun 19 poin atau sekitar 0,11 persen ke level Rp17.936 per dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (23/7/2026).

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa salah satu sentimen datang dari eksternal yakni militan Houthi yang bersekutu dengan Iran mengklaim serangan terhadap dua kapal tanker minyak Saudi di Laut Merah, meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan yang lebih dalam di sepanjang jalur pelayaran utama Timur Tengah.

“Kelompok Houthi mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka menargetkan kapal tanker Saudi ENCELA dan LAYLIA setelah menuduh mereka melanggar blokade maritim yang baru diumumkan,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Otoritas Saudi belum mengkonfirmasi kerusakan apa pun, tetapi serangan itu menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang semakin mengancam infrastruktur energi dan pelayaran global.

Insiden terbaru ini menyusul peringatan awal pekan ini bahwa kelompok tersebut akan berupaya memblokir pelayaran yang terkait dengan Saudi melalui Selat Bab el-Mandeb, salah satu titik transit energi tersibuk di dunia yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Gangguan yang berkelanjutan dapat memaksa kapal tanker untuk mengubah rute di sekitar Afrika selatan, memperpanjang perjalanan dan meningkatkan biaya pengiriman.

Sementara itu, militer AS menyelesaikan serangkaian serangan baru terhadap Iran, menandai serangan malam ke-12 berturut-turut, menambah ketidakpastian seputar lalu lintas melalui Selat Hormuz.

Garda Revolusi Iran mengatakan sebuah ledakan terjadi di sepanjang jalur pelayaran yang dipasangi ranjau di selatan Selat Hormuz, menambahkan bahwa salah satu dari tiga kapal tanker minyak terbakar sementara dua kapal lainnya berbalik arah.

 

Iran mengatakan mereka memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz dan bahwa jalur air tersebut "sepenuhnya tertutup," memperingatkan bahwa kapal tanker minyak tidak akan diizinkan untuk melintas tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan otoritas Iran.

Bersama-sama, jalur air Hormuz dan Bab el-Mandeb menangani sebagian besar pengiriman minyak mentah melalui laut, sehingga keduanya diawasi ketat oleh pasar energi.

Para pelaku usaha semakin fokus pada risiko transportasi, meningkatnya biaya asuransi, dan kemungkinan serangan lebih lanjut terhadap kapal tanker atau fasilitas energi.

“Fokus pasar hari ini adalah rilis Klaim Pengangguran Awal untuk minggu yang berakhir pada 18 Juli. Para pedagang juga bersiap untuk data S&P Flash PMI di hari Jumat dan keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) minggu depan,” ujar Ibrahim.

Dari sentimen domestik, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka opsi untuk memotong anggaran pertahanan dan kepolisian. Langkah ini bisa saja diambil jika kondisi fiskal dan target defisit anggaran mengalami tekanan.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada pembicaraan untuk mengalihkan sebagian anggaran pertahanan dan kepolisian.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah akan menghemat anggaran demi menghilangkan kemiskinan dan kelaparan di Indonesia.

Jika diperlukan, Prabowo juga akan memangkas anggaran pertahanan dan polisi. "Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan," kata Prabowo.

Di sisi lain, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat pertumbuhan ekonomi.

Adapun kebijakan ini dapat mendorong sektor riil untuk tetap bergerak dan meningkatkan penyaluran kredit. Keputusan ini juga bertujuan untuk menjaga inflasi dalam kisaran sasaran pemerintah dan meningkatkan aliran investasi portofolio asing.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.930-Rp17.980 per dolar AS.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya