Pelemahan Rupiah Bikin Tarif Tol  Mahal, Begini Penjelasan BPJT

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Minggu 26 Juli 2026 15:02 WIB
Tarif Jalan Tol (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU memastikan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak berdampak signifikan terhadap minat investasi di sektor jalan tol. Namun, fluktuasi kurs dinilai meningkatkan biaya konstruksi proyek sehingga berpotensi memengaruhi besaran tarif awal saat jalan tol mulai beroperasi.

Anggota BPJT Kementerian PU Unsur Pemangku Kepentingan Sony Sulaksono Wibowo mengatakan sejumlah proyek jalan tol tetap berjalan sesuai rencana. Di antaranya Tol Bogor–Serpong via Parung yang telah menandatangani kontrak, Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) yang memasuki tahap konstruksi, serta beberapa proyek di Sumatera.

"Pengaruh harga dolar itu lebih banyak memengaruhi biaya konstruksi. Semakin lama konstruksi berlangsung, biayanya akan semakin mahal," ujar Sony saat ditemui di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Sony menjelaskan kondisi tersebut dapat menjadi tantangan bagi badan usaha jalan tol (BUJT). Sebab, saat mengikuti lelang proyek, investor telah mengajukan tarif awal berdasarkan proyeksi biaya konstruksi. Ketika pembangunan mengalami keterlambatan dan biaya melonjak akibat faktor eksternal seperti nilai tukar, perhitungan keekonomian proyek ikut berubah.

"Nah, ini yang menjadi kekhawatiran. Saat tender tarif awalnya sudah dikunci. Tetapi ketika membangun biayanya membengkak karena pengaruh dolar atau proses pembebasan lahan yang lama, maka tarif awal itu kadang harus di-adjust ketika jalan tol mulai beroperasi," katanya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya