Ia menilai perhatian pasar tidak hanya tertuju pada pergantian sosok Gubernur BI, tetapi juga pada latar belakang keputusan tersebut. Ketidakjelasan mengenai alasan pengunduran diri dapat memunculkan persepsi negatif terhadap independensi bank sentral.
"Persoalannya bukan sekadar pergantian figur, tetapi apakah keputusan tersebut murni personal atau terkait tekanan terhadap arah kebijakan moneter. Tanpa penjelasan yang transparan, pasar dapat membaca pergantian ini sebagai pelemahan independensi Bank Indonesia," jelasnya.
Rizal menambahkan, penunjukan Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara dapat menjaga kesinambungan kebijakan moneter dalam jangka pendek. Namun, langkah tersebut dinilai belum sepenuhnya cukup untuk mengembalikan kepercayaan pasar.
"Penunjukan Destry Damayanti sebagai pelaksana tugas dapat menjaga kesinambungan kebijakan, tetapi belum cukup untuk memulihkan kepercayaan," ucap Rizal.
Menurutnya, proses penetapan Gubernur BI definitif menjadi tahapan penting untuk memastikan stabilitas dan kepercayaan terhadap bank sentral tetap terjaga. Independensi BI dalam menentukan kebijakan moneter dinilai menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
(Feby Novalius)