Selain menjaga stabilitas, Destry mengatakan BI juga akan tetap menjalankan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi melalui instrumen makroprudensial.
“Dan juga tentunya, di satu sisi, kebijakan kami yang bersifat pro-growth akan terus kami lanjutkan melalui kebijakan makroprudensial. Dan sekali lagi, tentunya sesuai dengan keputusan RDG bulanan kami pada Juli ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, Bank Indonesia tetap berupaya menarik aliran modal asing (capital inflow) dengan memberikan insentif berupa penurunan biaya lindung nilai (hedging).
“Kami juga mengharapkan capital inflow akan terus terjadi dengan memberikan insentif kepada dana yang masuk melalui penurunan biaya hedging. Jadi, kebijakan itu masih tetap kami lakukan,” ujarnya.
Destry juga menegaskan kepemimpinan di Bank Indonesia bersifat kolektif kolegial sehingga tidak bergantung pada satu orang. Seluruh anggota Dewan Gubernur tetap berkomitmen menjalankan mandat untuk menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan.