Menurut Dipo, sektor pendukung telekomunikasi memiliki peran yang sangat strategis.
“Sangat strategis karena mereka adalah penentu keandalan dan keberlanjutan infrastruktur telekomunikasi dan ekonomi digital."
Menurutnya pasokan listrik yang belum stabil serta jaringan fiber optic yang belum terintegrasi di beberapa daerah membuat peran perusahaan pendukung sangat penting di Indonesia.
"Tanpa reliability dari internet dan telekomunikasi, ekonomi digital tidak bisa terbangun," tegasnya.
Secara terpisah, Ketua Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Ian Yosef M. Edward mengatakan ketersediaan sistem daya dan keandalannya menjadi prioritas utama dalam pembangunan Base Transceiver Station (BTS).
"Pemilihan pemasangan BTS yang pertama dilihat ketersediaan sistem daya dan keandalannya. Jadi merupakan prioritas utama dalam pembangunan infrastruktur BTS," ujarnya.
Ian menjelaskan konsep redundansi atau cadangan dapat berupa satu sumber listrik PLN dengan satu genset cadangan maupun kombinasi PLN, baterai, dan genset untuk menjamin tingkat ketersediaan daya listrik.
Pengamat Pasar Modal Menteng Kleb Fauzan Luthsa memberikan gambaran mengapa emiten di sektor pendukung telekomunikasi mendapat perhatian besar dari investor.
Menurutnya, meningkatnya perhatian terhadap BACH juga tidak terlepas dari masuknya Grup Djarum melalui PT Global Teknologi Perkasa (GTP) sebagai pemegang saham pengendali perseroan.
"Masuknya Grup Djarum memang menjadi katalis yang meningkatkan perhatian investor terhadap BACH. Namun, saya melihat pasar juga mulai memahami model bisnis perseroan secara lebih utuh," katanya.
Dia menambahkan, selama ini banyak investor mengenal BACH sebagai perusahaan genset. Padahal, kalau melihat prospektusnya, perseroan menangani sekitar 41.000 site telekomunikasi.
"Artinya, BACH sudah menjadi bagian dari ekosistem infrastruktur telekomunikasi. Menurut saya, pemahaman inilah yang mulai berkembang di pasar," katanya.
"Pada akhirnya pasar tetap akan melihat kinerja perusahaan. Namun, perubahan cara pandang terhadap model bisnis BACH menjadi salah satu faktor yang ikut mendorong meningkatnya perhatian investor," pungkasnya.
(Taufik Fajar)