Sejalan dengan melebarnya defisit tersebut, posisi cadangan devisa Indonesia diproyeksikan menurun ke kisaran USD143 miliar hingga USD147 miliar pada akhir 2026, dari posisi akhir 2025 yang mencapai USD156,47 miliar.
"Dengan latar belakang ini, kami memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan terus mempertahankan kebijakan moneter saat ini dengan fokus berkelanjutan pada pelestarian stabilitas makroekonomi dan eksternal," pungkas Faisal.
Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan: (1) Perkembangan Indeks Harga Konsumen Bulan Juli 2026; (2) Indeks Harga Perdagangan Besar Bulan Juli 2026; (3) Perkembangan Nilai Tukar Petani Bulan Juli 2026; (4) Perkembangan Ekspor dan Impor Bulan Juni 2026; (5) Perkembangan Pariwisata Bulan Juni 2026; (6) Perkembangan Transportasi Indonesia Bulan Juni 2026; (7) Luas Panen dan Produksi Padi di Indonesia (Hasil KSA Amatan Juni 2026); serta (8) Luas Panen dan Produksi Jagung di Indonesia (Hasil KSA Amatan Juni 2026), pada Senin (3/8/2026) pukul 11.00 WIB di Kantor Pusat BPS.
(Feby Novalius)