"Seberapa banyak pengaruhnya kita tunggu saja nanti pada rilis berikutnya. Hal ini tentunya perlu dikaji lebih lanjut, antara lain melibatkan berbagai informasi seperti produksi dan persediaan minyak sawit. Kemudian juga bagaimana peningkatan permintaan atau demand di dalam negeri, serta harga minyak sawit di domestik dan juga di internasional," jelasnya.
Untuk memantau dampak penerapan B50 sekaligus ancaman fenomena iklim El Nino terhadap industri kelapa sawit nasional, BPS memetakan beberapa indikator utama yang perlu terus dicermati oleh pelaku pasar dan pemangku kepentingan.
Indikator tersebut mencakup produksi Tandan Buah Segar (TBS) beserta tingkat produktivitasnya, total produksi minyak sawit, hingga penyerapan dalam negeri untuk program biodiesel.
"Yang pertama produksi TBS ya, termasuk juga pada saat kita mencermati TBS, tolong lihat termasuk produktivitas TBS-nya. Kemudian juga produksi minyak sawit tentunya. Yang berikutnya bagaimana serapannya untuk domestik ya, terutama untuk biodiesel. Kemudian bagaimana stok atau persediaan akhirnya, serta harga minyak sawit, baik di domestik maupun di internasional," pungkas Ateng.
(Feby Novalius)