Industri Logistik Hadapi Tren Permintaan Layanan Pengiriman Barang Berbobot Ringan

Taufik Fajar, Jurnalis
Selasa 04 Agustus 2026 21:40 WIB
Industri Logistik (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Belanja online telah menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seiring dengan gaya hidup masyarakat yang mengutamakan kepraktisan.  

Produk seperti fesyen, skincare, aksesori, perlengkapan gadget, hingga alat tulis kini lebih sering dibeli secara online karena lebih mudah dan efisien. Menariknya, banyak barang-barang tersebut ternyata memiliki bobot kurang dari 300 gram.

Akan tetapi dalam proses pengiriman, pelanggan sering kali dikenakan tarif minimum 1 kilogram (kg), sehingga biaya ongkir tidak sebanding dengan berat paket yang dikirim. 

Tren tersebut memengaruhi kebutuhan layanan logistik yang terus berkembang. Semakin banyak pelanggan yang mengirimkan paket ringan sehingga membutuhkan layanan logistik yang sesuai. 

"Pengiriman paket ringan meningkat, namun banyak pelanggan mengeluh karena bayar ongkirnya tetap untuk 1 kg yang dirasa kurang efisien, bahkan beberapa pelanggan menyebutnya bayar angin," kata Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026). 

Melihat kebutuhan tersebut, Lion Parcel pun menghadirkan layanan baru khusus untuk pengiriman paket ringan di bawah 300 gram. 

Data internal Lion Parcel menunjukkan bahwa banyak barang yang umum dikirim masyarakat ternyata memiliki bobot di bawah 300 gram. Namun banyak pelanggan tidak mengetahui berat asli paket yang akan dikirimkan. 

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya