Laju atau kspansi lapangan kerja baru dan pengembangan program prioritas secara simultan memicu perbaikan indikator kesejahteraan sosial masyarakat. Kondisi ini dinilai tercermin dari tren penurunan angka kemiskinan serta berkurangnya jumlah pengangguran secara nasional per pertengahan tahun ini.
"Penduduk miskin turun 430 ribu orang dengan tingkat kemiskinan menjadi 8,07 persen per Maret, sementara tambahan orang bekerja bertambah 522 ribu sehingga total yang bekerja 148,19 juta orang dan pengangguran turun 24 ribu menjadi 7,22 juta orang per Mei," kata Airlangga.
Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 sebesar 4,65 persen, turun 0,03 persen poin dibandingkan Februari 2026. Pada Mei 2026, terdapat sebanyak 7,22 juta penganggur atau setara dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,65 persen.
Pada Mei 2026, jumlah angkatan kerja tercatat sebesar 155,41 juta orang. Dari angka tersebut, terdapat 148,19 juta penduduk yang berstatus bekerja dan 7,22 juta lainnya menganggur.
Adapun lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja pada Mei 2026 yaitu pertanian (28,75 persen), perdagangan besar dan eceran (17,80 persen), dan industri (13,53 persen).
(Taufik Fajar)