Pertumbuhan Ekonomi RI Lampaui China dan Arab Saudi

Feby Novalius, Jurnalis
Sabtu 08 Agustus 2026 14:19 WIB
Perekonomian Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II 2026. (foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

Meski demikian, GREAT Institute mengingatkan bahwa kekuatan konsumsi rumah tangga perlu dibaca bersama dengan tren penurunan keyakinan konsumen. Indeks Keyakinan Konsumen turun dari 127,0 pada Januari menjadi 117,8 pada Juni 2026. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen melemah dari 138,8 menjadi 126,4 dan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja berada di level 101,8 atau semakin mendekati batas netral.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa rumah tangga masih mampu mempertahankan konsumsi, tetapi mulai lebih berhati-hati terhadap prospek pendapatan dan kesempatan kerja. Penurunan optimisme berpotensi mendorong masyarakat menunda pembelian bernilai besar dan meningkatkan tabungan sebagai langkah antisipasi.

"Konsumsi masih menjadi jangkar pertumbuhan, tetapi penurunan keyakinan masyarakat perlu diantisipasi. Menjaga stabilitas harga dan kepastian pendapatan penting agar konsumsi tetap kuat pada semester II," kata Trisha.

Selain menjaga konsumsi, GREAT Institute menilai pemerintah perlu memastikan pertumbuhan ekonomi diikuti peningkatan kualitas lapangan kerja. Pada Februari 2026, jumlah penduduk bekerja bertambah sekitar 1,90 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya dan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,68 persen.

Namun, mayoritas tambahan tenaga kerja masih berasal dari sektor informal. Jumlah pekerja informal bertambah sekitar 1,16 juta orang, lebih tinggi dibandingkan tambahan pekerja formal yang mencapai sekitar 740 ribu orang. Hampir enam dari sepuluh penduduk bekerja masih berada di sektor informal, sehingga pertumbuhan ekonomi dinilai belum sepenuhnya menghasilkan pekerjaan formal yang lebih produktif, stabil, dan memiliki perlindungan sosial.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya