Danantara Siapkan 4 BUMN untuk IPO dalam 6-12 Bulan

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Senin 10 Agustus 2026 15:02 WIB
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara berencana membawa empat BUMN melantai di Bursa Efek Indonesia. (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra)
Share :

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara berencana membawa empat BUMN melantai di Bursa Efek Indonesia. Langkah tersebut bertujuan menggalang pendanaan di luar APBN sekaligus menambah likuiditas pasar.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir menjelaskan, saat ini Danantara Asset Management (DAM) tengah melakukan kajian terhadap proses penawaran umum perdana saham (IPO) keempat BUMN besar tersebut. Kajian itu ditargetkan rampung dalam kurun waktu 6-12 bulan ke depan.

"Itu memang prosesnya ada di dalam DAM, Insya Allah kita bisa fokus 6-12 bulan ke depan. Itu ada proses juga nanti dalam Bursa," ujarnya saat ditemui di Gedung BEI, Senin (10/8/2026).

Pandu Sjahrir mengatakan, dengan melantainya sejumlah perusahaan BUMN di bawah kelolaan Danantara, langkah tersebut dapat menambah likuiditas pasar sekaligus memperkaya pilihan investasi masyarakat di pasar modal.

"Ya, niatnya juga untuk menambah likuiditas juga ke pasar modal Indonesia," tambahnya.

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan beberapa perusahaan BUMN dengan kapitalisasi pasar besar memiliki potensi yang bagus untuk melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Dony menyebutkan beberapa perusahaan tersebut di antaranya PT Pegadaian, PT Pupuk Indonesia, operator pelabuhan Pelindo, hingga PT Angkasa Pura Indonesia. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

"Banyak perusahaan-perusahaan kita yang bagus, contohnya ada Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo, Angkasa Pura dan banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memang itu secara market cap bagus untuk kita IPO-kan nanti," kata Dony saat ditemui di Kementerian Keuangan, Rabu (5/8/2026).

Dalam empat tahun ke depan, Danantara akan mulai berfokus pada penciptaan nilai (value creation). Pada tahap ini, berbagai opsi korporasi, termasuk menjalin kemitraan strategis dengan investor, melepas saham ke publik melalui initial public offering (IPO), maupun mempertahankan status perusahaan tertutup akan dievaluasi.

"Nah tahun keempatnya baru kita bicara mengenai value creation. Jadi mana yang akan kita strategic partnership, mana yang akan kita IPO, mana kita tetap tertutup. Nanti kita diskusikan juga dengan Kementerian Keuangan arahannya tentu sebagai milik negara," kata Dony.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya