Penutupan Tambang Ilegal Bikin Produksi Naik, TINS Raup Laba Rp2,7 Triliun

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Selasa 11 Agustus 2026 20:49 WIB
Penertiban tambang ilegal dan penutupan jalur penyelundupan timah di Bangka Belitung mulai memberikan dampak positif. (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

JAKARTA - Penertiban tambang ilegal dan penutupan jalur penyelundupan timah di Bangka Belitung mulai memberikan dampak positif terhadap kinerja PT Timah Tbk (TINS).

Pada semester I-2026, TINS membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,71 triliun. Angka tersebut melonjak lebih dari 9x lipat dibandingkan Rp300,07 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan tumbuh 146,9% menjadi Rp10,42 triliun, sementara laba usaha meningkat dari Rp380,20 miliar menjadi Rp3,46 triliun. Margin laba usaha juga melebar dari 9,01% menjadi 33,24%.

Kinerja tersebut ditopang kenaikan produksi bijih timah sebesar 75% menjadi 12.232 ton Sn. Produksi logam timah tumbuh 58% menjadi 10.865 metrik ton, sedangkan volume penjualan melonjak 85% menjadi 10.984 metrik ton.

Selain kenaikan harga jual rata-rata timah sebesar 52% menjadi USD49.794 per metrik ton, perbaikan operasional TINS turut didukung penguatan pengawasan dan pengamanan Wilayah Izin Usaha Pertambangan serta dukungan Satuan Tugas Pemerintah Pusat.

Ini adalah dampak positif dari komitmen pemerintah melalui instruksi Presiden untuk mengamankan cadangan strategis nasional sehingga mampu semakin mendukung kedaulatan ekonomi Nasional.

Perbaikan itu berlangsung setelah Presiden Prabowo Subianto memerintahkan operasi besar-besaran untuk menertibkan sekitar 1.000 tambang ilegal dan menutup jalur penyelundupan timah di Bangka Belitung. Operasi yang melibatkan TNI, Polri, dan Bea Cukai tersebut mulai dijalankan sejak September 2025. 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya