BANDUNG - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat Junanto Herdiawan menyerukan pentingnya peningkatan literasi finansial bagi generasi muda, khususnya mahasiswa baru yang sangat lekat dengan dunia digital.
Pemahaman tata kelola keuangan dinilai krusial agar mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi transaksi secara aman serta terhindar dari berbagai ancaman kejahatan siber.
Seruan tersebut disampaikan Junanto di hadapan lebih dari 10.000 mahasiswa baru Universitas Padjadjaran (Unpad) dalam rangkaian acara iNews Campus Connect di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (11/8/2026).
Sesi edukasi yang dihadiri oleh para "Prabu Muda" ini membahas pentingnya kewaspadaan dalam bertransaksi di era digital. Para maba yang duduk di atas lapangan hijau tampak antusias menyerap pengetahuan soal bagaimana melek finansial sejak muda.
Keaktifan mahasiswa di ruang digital menuntut adanya benteng pertahanan berupabkecerdasan finansial yang matang sejak dini. BI Jabar menekankan tiga pilarbutama perlindungan konsumen yang wajib dipahami oleh setiap pelaku transaksi nontunai.
"Penting sekali bagi anak-anak muda yang terpapar dunia digital untuk berhati-hati meningkatkan literasi finansialnya dengan menjaga kerahasiaan data pribadi seperti PIN, password, dan OTP, kritis terhadap transaksi mencurigakan, serta memahami hak dan kewajibannya sebagai konsumen," ujar Junanto Herdiawan.
Junanto menerangkan bahwa di tengah masifnya digitalisasi, kehadiran dompet elektronik (e-wallet) serta sistem pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sesungguhnya memberikan keuntungan besar bagi pengguna. Penggunaan instrumen pembayaran nontunai ini memudahkan pelacakan pengeluaran harian secara otomatis dan waktu nyata (real-time).