Dengan beralih ke kendaraan listrik, Prabowo menyatakan, Indonesia akan menghemat hingga US$ 30 miliar tiap tahun yang dialokasikan untuk impor BBM.
"Dengan motor dan mobil listrik, dengan bus listrik, dengan traktor listrik, dengan sebanyak mungkin alat-alat kita menggunakan listrik sebagai energi utama, kita akan lebih aman, kita akan lebih sejahtera. Kita mengirim uang US$ untuk BBM kita melebihi kadang-kadang US$ 30 miliar. Antara US$ 28 sampai US$ 30 miliar. Kita bertekad ini kita kurangi," jelasnya.
Selain itu, Prabowo mengatakan, Indonesia sudah mengurangi bahkan menghentikan impor solar dengan berjalannya program B50. Selain itu, Indonesia juga akan mengganti LPG ke CNG.
(Taufik Fajar)