“Dengan ini, kita akan membangun Indonesia Reference Price, harga referensi Indonesia, untuk komoditas-komoditas utama ekspor Indonesia,” ujarnya.
Menurut Prabowo, pemerintah ingin membangun pasar komoditas yang dalam, transparan, likuid, dan dipercaya oleh dunia. Melalui sistem tersebut, produsen, petani, eksportir, pembeli, dan investor dapat bertemu dalam satu ekosistem perdagangan yang diawasi.
Ia menilai sistem tersebut juga akan membuat data transaksi lebih transparan sekaligus mempersempit ruang manipulasi harga.
“Produsen, petani, eksportir, pembeli, dan investor akan bertemu dalam satu sistem yang diawasi, dengan data transaksi yang lebih terang dan ruang manipulasi yang semakin sempit,” tutur Prabowo.
Prabowo menegaskan, Indonesia tidak boleh selamanya hanya menjadi tempat produksi komoditas, sementara harga dan keuntungan utama ditentukan oleh negara lain.