Oleh karena itu, penetapan skema clearing bank dianggap mendesak untuk menjamin pasokan likuiditas valas berbasis renminbi di pasar keuangan nasional.
"Kliring Bank ini fungsinya adalah memastikan kesediaan likuiditas renminbi tersebut dan mendorong transaksi rupiah dengan renminbi," kata Thomas.
Dari sisi teknis, operasional Renminbi Clearing Bank ditargetkan dapat berjalan paling lambat pada kuartal IV-2026. PBoC telah menetapkan lembaga keuangan perintis yang akan mengawali layanan kliring tersebut di Indonesia.
"PBoC sudah memastikan bahwa kliring bank yang pertama adalah Bank of China, tapi kami di Bank Indonesia mendorong suatu bank nasional, dalam hal ini Bank Himbara, saat ini sedang melalui proses administrasi. Jadi nanti akan ada dua Kliring Bank Renminbi di Indonesia," ujar Thomas.
(Feby Novalius)