“Setiap proyek yang kami bangun bukan sekadar menghasilkan bangunan, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat. Karena itu, Brantas Abipraya senantiasa mengedepankan profesionalisme, kualitas konstruksi, serta tata kelola yang baik dalam setiap penugasan pemerintah,” tambahnya.
Program penyediaan rumah khusus bagi warga eks pejuang Timor-Timur juga mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif. Kementerian PU bersama BUMN konstruksi, termasuk Brantas Abipraya, bersinergi dalam mendukung pembangunan hunian dan infrastruktur dasar yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Sebagai informasi, kontribusi Brantas Abipraya tersebar sejak penyerahan hunian tahap I hingga tahap V. Perusahaan membangun masing-masing 130 unit pada tahap I, 217 unit pada tahap II, 81 unit pada tahap III, 157 unit pada tahap IV, dan 142 unit pada tahap V.
Sementara itu, secara keseluruhan, jumlah hunian yang dibangun pada setiap tahap mencapai 324 unit pada tahap I, 403 unit pada tahap II, 268 unit pada tahap III, 460 unit pada tahap IV, dan meningkat menjadi 645 unit pada tahap V.
Pada tahap V, Brantas Abipraya kembali mengambil bagian dengan membangun 142 unit dari total 645 unit rumah yang diserahkan kepada masyarakat. Konsistensi kontribusi tersebut menegaskan peran Brantas Abipraya dalam mendukung penyediaan hunian layak sekaligus memperkuat sinergi BUMN konstruksi dengan pemerintah dalam menghadirkan manfaat pembangunan secara langsung bagi masyarakat.
(Feby Novalius)