JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas pendataan ulang penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pendataan tersebut mencakup verifikasi calon penerima agar tidak terjadi penerima ganda serta memastikan alokasi MBG tidak diberikan kepada sekolah swasta elite.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan penganggaran program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut pada 2027.
"Salah satunya kita ingin, dapat dan tidak dapat kan pasti ada urusannya sama uang, kalau dapat berarti nambah uang, kalau tidak dapat kurangi uang. Kita sudah sisir, beberapa sekolah swasta elite saya kira tidak membutuhkan MBG," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat (28/8/2026).
Sudaryono mengungkapkan, hingga saat ini sudah terdata sekitar 80 sekolah swasta elite yang dikecualikan untuk mendapatkan MBG. Sekolah-sekolah tersebut nantinya akan diumumkan BGN dan dapat dilihat oleh masyarakat.
"Itu juga sudah ada 80-an sekolah se-Indonesia, swasta khususnya kita exclude tidak mendapatkan MBG. Termasuk Sekolah Taruna Nusantara dan Bhayangkara. Bisa dicek, di Radar MBG nanti ada keterangan tidak mendapatkan MBG," lanjutnya.