JAKARTA - PT Brantas Abipraya (Persero) mulai memperluas portofolio bisnisnya dari sektor konstruksi dan infrastruktur ke pengembangan ekosistem hunian. Langkah tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan perusahaan dalam Danantara Housing Expo 2026 serta pengembangan proyek Urban Heights Residences.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, mengatakan keterlibatan perusahaan di sektor perumahan merupakan bagian dari upaya memperluas kontribusi perseroan dalam pembangunan nasional.
"Brantas Abipraya melihat sektor perumahan bukan hanya sebagai peluang bisnis, tetapi juga sebagai ruang untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional. Melalui Urban Heights Residences, kami ingin menghadirkan hunian yang berkualitas, relevan dengan kebutuhan masyarakat urban, dan memiliki nilai tambah dalam jangka panjang," ujar Dian, Jumat (28/8/2026).
Brantas Abipraya selama ini dikenal sebagai BUMN yang bergerak di bidang konstruksi dan pembangunan infrastruktur. Pengembangan sektor properti menjadi salah satu langkah perusahaan untuk memperluas portofolio usahanya.
Melalui Urban Heights Residences, perusahaan mengembangkan konsep hunian yang menyasar kebutuhan masyarakat perkotaan. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari keterlibatan Brantas Abipraya dalam sektor perumahan, di tengah dorongan pemerintah untuk memperluas penyediaan hunian.
Menurut Dian, penyediaan perumahan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, BUMN, pengembang, lembaga pembiayaan, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar akses masyarakat terhadap hunian dapat diperluas.
"Danantara Housing Expo menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi tersebut. Brantas Abipraya siap mengambil bagian melalui pengalaman dan kompetensi yang kami miliki, baik dalam konstruksi maupun pengembangan properti," katanya.
Danantara Housing Expo 2026 mempertemukan pemerintah, BUMN, pengembang, lembaga pembiayaan, dan masyarakat dalam satu ajang perumahan.
Pameran tersebut menawarkan berbagai pilihan hunian, mulai dari rumah tapak hingga apartemen, untuk segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun non-MBR. Lebih dari 100.000 unit hunian dari lebih dari 100 pengembang disebut tersedia dalam pameran tersebut.
Dari sisi pembiayaan, sejumlah skema yang ditawarkan mencakup suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) mulai 2,75%, uang muka mulai 1%, serta tenor hingga 30 tahun.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan Danantara Housing Expo dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Presiden Republik Indonesia serta sejumlah pejabat pemerintah dan pelaku industri properti.
Perluasan ke sektor hunian menunjukkan upaya Brantas Abipraya mengembangkan bisnis di luar konstruksi dan infrastruktur. Pengalaman perusahaan di bidang konstruksi menjadi salah satu modal untuk masuk ke sektor properti.
Dian mengatakan perusahaan ingin mengembangkan peran tersebut tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam ekosistem hunian yang mencakup kebutuhan masyarakat dan karyawan.
"Brantas Abipraya akan terus memperkuat perannya sebagai BUMN yang tidak hanya membangun konektivitas dan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan ruang hidup yang mendukung kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional," pungkas Dian.
(Feby Novalius)