JAKARTA - Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria mengingatkan kepada seluruh BUMN dalam menjalankan tugas untuk membangun perusahaan. Dony juga ingin BUMN hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Di samping menjalankan tugas untuk membangun perusahaan yang sehat dan berkinerja baik, insan BUMN juga harus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Dony dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Hal ini disampaikan Dony atas keterlibatan insan BUMN yang turun langsung ke masyarakat melalui Program Relawan Bakti BUMN 2026. Program ini merupakan inisiatif tahunan BP BUMN yang melibatkan 110 relawan dari 21 perusahaan BUMN di 11 lokasi di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini dilaksanakan serentak pada 16-19 Agustus 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Saya bangga melihat para insan BUMN yang bersedia turun langsung, tinggal dan bekerja bersama masyarakat di berbagai daerah. Semangat seperti inilah yang ingin terus kita tumbuhkan di lingkungan BUMN," kata Dony.
Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata menambahkan, bahwa pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat menjadi inti dari pelaksanaan Relawan Bakti BUMN.
“Melalui Relawan Bakti BUMN, para pegawai BUMN turun langsung, berinteraksi, mendengar, dan bekerja bersama masyarakat. Pengalaman ini penting untuk menumbuhkan kepedulian dan memperkuat semangat gotong royong, sekaligus memastikan BUMN benar-benar hadir dan relevan bagi masyarakat,” ujar Tedi.
Sekadar informasi, salah satu BUMN yang hadir dalam Program Relawan Bakti BUMN 2026 adalah PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo. BUMN ini hadir dengan dua keterlibatan sekaligus, pertama di Langowan, Sulawesi Utara, Askrindo berperan sebagai penyelenggara yang memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan di lapangan. Sementara di lokasi lain, Askrindo juga mengirimkan relawan untuk berpartisipasi di Lampung Selatan dan Ruteng, Nusa Tenggara Timur.
Direktur Kepatuhan, SDM & Manajemen Risiko Askrindo R Mahelan Prabantarikso mengatakan bahwa pengalaman turun langsung di lapangan memberikan perspektif yang lebih nyata tentang bagaimana peran BUMN dirasakan masyarakat.
“Kalau sudah berada di tengah masyarakat, kita jadi melihat langsung bahwa kebutuhan mereka itu sederhana, tapi sering kali sangat mendasar. Dari situ juga terasa bahwa kehadiran BUMN itu bukan hanya soal program, tapi tentang bagaimana kita bisa benar-benar memberi manfaat kepada masyarakat,” ujar Mahelan.
Dia menambahkan bahwa peran Askrindo sebagai penyelenggara membuat perusahaan tidak hanya mengoordinasikan kegiatan, tetapi juga ikut terlibat dalam proses bersama relawan dan masyarakat.
“Kami tidak ingin ini berhenti sebagai koordinasi program saja. Di lapangan, kami ikut belajar, ikut terlibat, dan melihat langsung bagaimana kolaborasi ini bisa berjalan dan memberi dampak, walaupun sederhana,” lanjut Mahelan.
(Dani Jumadil Akhir)