Bapanas: 93 Persen Sampel Beras Fortifikasi Tak Penuhi Standar

Tangguh Yudha, Jurnalis
Kamis 03 September 2026 16:51 WIB
Beras (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap sebanyak 93 persen sampel beras fortifikasi yang diuji laboratorium tidak memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku. Temuan tersebut berasal dari pengawasan terhadap 178 sampel beras fortifikasi di 11 provinsi.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan, hasil pengujian menunjukkan sebagian besar produk yang mengklaim sebagai beras fortifikasi tidak memenuhi persyaratan kandungan gizi..

"Masalahnya adalah sementara kita selidiki, tapi sesuai hasil lab, 93 persen yang kita cek fortifikasi melanggar. Bayangkan itu disampaikan bahwa fortifikasi ini beras bervitamin, ternyata tidak ada,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (3/9/2026).

Amran menilai temuan tersebut menjadi persoalan serius karena sejumlah produk beras fortifikasi dipasarkan dengan harga jauh lebih tinggi dibandingkan beras biasa. Menurutnya, konsumen membeli produk dengan harapan memperoleh nilai tambah berupa kandungan vitamin dan mineral tertentu.

“Katakanlah harganya Rp 13.500, dijual dengan harga Rp 40.000. Kasihan ini konsumen,” tegas Amran.

Ia menambahkan, apabila produk dengan klaim fortifikasi dijual dengan harga jauh lebih tinggi tetapi tidak memenuhi kandungan gizi yang dipersyaratkan, konsumen berpotensi mengalami kerugian secara ekonomi.

“Bayangkan per kilo selisih Rp 22.000 atau Rp 20.000 ini bukan harga keuntungan, tapi penipuan,” ujarnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya