PLN EPI Targetkan Pasok 3,65 Juta Ton Biomassa ke 52 PLTU di 2026

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Sabtu 05 September 2026 17:04 WIB
PLN EPI Targetkan Pasok 3,65 Juta Ton Biomassa ke 52 PLTU di 2026 (Foto: PLN)
Share :

JAKARTA -  PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menargetkan memasok 3,65 juta ton biomassa ke 52 PLTU di seluruh Indonesia pada 2026. Target tersebut meningkat sekitar 50 persen dibandingkan pencapaian pasokan pada 2025 sebesar 2,35 juta ton.

Hingga 26 Agustus 2026, realisasi cofiring telah mencapai sekitar 1,4 juta ton biomassa atau hampir separuh dari target pasokan tahun berjalan. PLN EPI terus mendorong percepatan realisasi melalui penguatan ekosistem hulu, peningkatan kualitas biomassa, serta sinkronisasi kebutuhan pembangkit dengan kesiapan pasokan.

"Tantangan pemanfaatan biomassa tidak hanya terletak pada ketersediaan volume, tetapi juga kualitas, biaya logistik, dan kemampuan pembangkit menerima biomassa," kata Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Potensi Biomassa di Indonesia

Dia menjelaskan, penguatan ekosistem biomassa menjadi semakin penting seiring peningkatan target cofiring. Biomassa selama ini juga memiliki peran dalam menurunkan emisi dari pembangkit yang telah beroperasi. 

Melalui skema cofiring, biomassa dapat digunakan bersama batu bara sehingga mengurangi penggunaan bahan bakar fosil pada pembangkit yang sama.

Di sisi lain, Hokkop menekankan pentingnya memastikan kualitas biomassa sesuai kebutuhan pembangkit. 

"PLN EPI perlu memperbaiki kualitas pasokan sekaligus membangun komitmen dengan para mitra agar biomassa yang disediakan benar-benar dapat diterima PLTU," katanya.

Potensi biomassa Indonesia sendiri masih besar. Hokkop menyebut potensi biomassa nasional mencapai sekitar 80 juta ton per tahun, sementara yang telah termanfaatkan baru sekitar 22 juta ton.

Untuk memperkuat rantai pasok, PLN EPI mengembangkan fasilitas subhub, hub, dan main hub di sejumlah wilayah. Strategi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kuantitas, kualitas, serta keberlanjutan pasokan biomassa.

Sejumlah pengembangan yang dilakukan antara lain fasilitas dewatering di Ciamis, main biomass hub di Lebak, biomass hub di Tasikmalaya, pemasangan jembatan timbang di PLTU Sintang dan Barru, serta digital marketplace biomassa di Cilacap.

Hokkop berharap penguatan sisi hulu melalui pengembangan sumber biomassa dan infrastruktur pasokan dapat berjalan beriringan dengan kesiapan PLTU di sisi hilir.

Dengan kolaborasi tersebut, pengembangan biomassa diharapkan tidak hanya membantu mengejar target cofiring dan penurunan emisi, tetapi juga membangun rantai ekonomi baru yang melibatkan masyarakat di daerah penghasil biomassa.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya