JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menargetkan dua juta orang yang belum memiliki rekening (unbanked) dapat masuk ke dalam ekosistem perbankan setiap tahunnya. Upaya ini dilakukan guna menekan jumlah masyarakat yang saat ini belum memiliki rekening yang diperkirakan masih mencapai 15 juta orang.
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution menjelaskan bahwa target penetrasi tersebut merupakan bagian dari komitmen LPS dalam mendorong peningkatan inklusi keuangan nasional secara berkelanjutan.
“Sebenarnya target utama kita adalah, karena kita diminta untuk menaikkan tingkat jumlah orang yang tidak punya rekening, itu per tahun kita mau kurang lebih dua juta. Menjadi dua juta menjadi punya rekening, sebetulnya,” kata Farid di sela-sela acara Lampung Financial Festival di Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026).
Farid berharap, melalui program literasi dan edukasi yang masif, jumlah masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan dapat berkurang secara gradual pada tahun mendatang.
“Harapannya tahun depan tinggal 13 jutaan yang belum punya rekening,” ujar Farid.
Meski demikian, Farid menegaskan bahwa keberhasilan inklusi keuangan tidak hanya diukur dari penambahan jumlah rekening baru. LPS juga memberikan perhatian serius terhadap fenomena rekening pasif atau dormant yang berpotensi disalahgunakan.
“Orang-orang sudah punya rekening, tapi nggak aktif. Kita minta supaya itu dikendalikan, karena itu bisa dipakai untuk hal-hal yang tidak baik,” ungkap Farid.
Untuk menanggulangi risiko pada rekening pasif tersebut, LPS menggencarkan edukasi agar masyarakat secara sukarela menutup rekening yang sudah tidak dipergunakan lagi.