LPS Targetkan 2 Juta Masyarakat Buka Rekening Setiap Tahun, Ini Alasannya

Anggie Ariesta, Jurnalis
Minggu 06 September 2026 19:19 WIB
Buka Rekening ATM (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menargetkan dua juta orang yang belum memiliki rekening (unbanked) dapat masuk ke dalam ekosistem perbankan setiap tahunnya. Upaya ini dilakukan guna menekan jumlah masyarakat yang saat ini belum memiliki rekening yang diperkirakan masih mencapai 15 juta orang.

Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution menjelaskan bahwa target penetrasi tersebut merupakan bagian dari komitmen LPS dalam mendorong peningkatan inklusi keuangan nasional secara berkelanjutan.

“Sebenarnya target utama kita adalah, karena kita diminta untuk menaikkan tingkat jumlah orang yang tidak punya rekening, itu per tahun kita mau kurang lebih dua juta. Menjadi dua juta menjadi punya rekening, sebetulnya,” kata Farid di sela-sela acara Lampung Financial Festival di Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026). 

Farid berharap, melalui program literasi dan edukasi yang masif, jumlah masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan dapat berkurang secara gradual pada tahun mendatang.

“Harapannya tahun depan tinggal 13 jutaan yang belum punya rekening,” ujar Farid. 

Meski demikian, Farid menegaskan bahwa keberhasilan inklusi keuangan tidak hanya diukur dari penambahan jumlah rekening baru. LPS juga memberikan perhatian serius terhadap fenomena rekening pasif atau dormant yang berpotensi disalahgunakan.

“Orang-orang sudah punya rekening, tapi nggak aktif. Kita minta supaya itu dikendalikan, karena itu bisa dipakai untuk hal-hal yang tidak baik,” ungkap Farid. 

Untuk menanggulangi risiko pada rekening pasif tersebut, LPS menggencarkan edukasi agar masyarakat secara sukarela menutup rekening yang sudah tidak dipergunakan lagi.

 

“Kita kasih tahu, kita literasi. Kalau memang nggak dipakai, ditutup aja. Karena bank kan nggak punya kewenangan untuk menutupkan,” jelasnya. 

Di samping persoalan rekening pasif, tantangan literasi keuangan di tingkat generasi muda juga masih terbilang besar. Meski tingkat inklusi keuangan nasional telah menyentuh angka 93 persen berkat kemudahan akses teknologi, tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan belum sepenuhnya seimbang.

“Artinya mereka sudah terlibat, mereka punya rekening, mereka pakai, mungkin mereka buka rekening secara online, tapi literasinya kan masih rendah. Nah, ini yang kita mau tingkatkan,” jelas Farid. 

Untuk memperkecil celah antara inklusi dan literasi tersebut, LPS berkomitmen untuk terus memperluas jangkuan sosialisasi, baik lewat interaksi tatap muka langsung maupun pemanfaatan media digital.

“Yang paling penting buat kita adalah pesannya sampai. Literasinya sampai kepada seluruh kalangan, terutama generasi muda,” pungkas Farid.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya