1.558 Penerbangan Tertunda Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau, 170.000 Penumpang Terdampak

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Senin 07 September 2026 08:55 WIB
Sebanyak 1.558 penerbangan dari delapan bandara terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengalami penundaan. (Foto: Okezone.com/IMG)
Share :

JAKARTA - Sebanyak 1.558 penerbangan dari delapan bandara terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengalami penundaan. Kondisi tersebut berdampak terhadap sekitar 170.000 penumpang.

Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, tercatat 963 penerbangan terdampak, terdiri atas 453 kedatangan (arrival) dan 510 keberangkatan (departure). Data tersebut berdasarkan pembaruan monitoring pada Minggu (6/9/2026) pukul 17.06 WIB.

Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy memastikan operator bandara dan maskapai telah menyiapkan fasilitas tambahan berupa shuttle bus bagi penumpang yang terdampak penutupan bandara. Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang telah memiliki tiket pesawat, tetapi tidak dapat melakukan penerbangan akibat penutupan bandara.

Selain shuttle bus, penumpang juga dapat dialihkan melalui sejumlah bandara alternatif. Menhub menyebut maskapai telah diberikan pilihan bandara alternatif, antara lain Bandara Kertajati, Bandara Juanda, Bandara YIA, serta bandara di Semarang dan Solo.

Penumpang yang penerbangannya dipindahkan ke bandara alternatif tersebut akan mendapatkan transportasi darat berupa bus dan kereta api.

"Transportasi alternatif gratis. Bandara mana yang mau digunakan, InJourney akan menyediakan dengan berkoordinasi bersama Angkasa Pura dan maskapai. Penumpang akan diinformasikan oleh maskapai jika penerbangan akan dilakukan dari bandara alternatif," kata Dudy dalam keterangan resmi, Senin (7/9/2026).

Kementerian Perhubungan memperpanjang penutupan delapan bandara yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga 7 September 2026 pukul 09.00 WIB.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya