Capaian volume penjualan baja mencapai 614,26 ribu ton atau meningkat 30,6% dibanding periode yang sama tahun lalu. Pencapaian ini menunjukkan Krakatau Steel kembali berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan baja nasional.
Sejalan dengan itu, Krakatau Steel mencatatkan pendapatan sebesar USD622,7 juta atau setara Rp11,15 triliun. Dari sisi operasional, Perseroan berhasil mencatatkan laba bruto sebesar USD67,9 juta. Capaian laba bruto ini meningkat 2 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu dari sisi non-operasional, Perseroan membukukan dampak dari Laba atas Penyelesaian Kewajiban Dipercepat dengan Keringanan atas Utang Restrukturisasi, Pendapatan atas Divestasi Entitas Asosiasi, bagian Rugi dari Entitas Asosiasi, Beban Keuangan, Laba Selisih Kurs serta pos-pos non-operasional lainnya. Dengan demikian, Krakatau Steel membukukan laba periode berjalan sebesar USD10,9 juta.
Susunan Terbaru Direksi dan Komisaris Krakatau Steel
Direksi