Hermana mengatakan, AirNav Indonesia terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik dan sebaran abu Gunung Anak Krakatau serta berkoordinasi dengan regulator dan pemangku kepentingan penerbangan.
Pemantauan kondisi lapangan juga menjadi bagian dari evaluasi, termasuk dengan memperhatikan hasil paper test volcanic ash yang dilakukan secara berkala pada 7 September 2026 di sejumlah bandara terdampak.
“Perkembangan kondisi di lapangan terus kami pantau bersama regulator dan seluruh stakeholder penerbangan. Pembaruan informasi aeronautika akan dilakukan sesuai perkembangan kondisi dan hasil evaluasi keselamatan penerbangan,” kata Hermana.
AirNav Indonesia memastikan pelayanan navigasi penerbangan tetap mengutamakan aspek keselamatan dengan terus memantau perkembangan kondisi vulkanik dan sebaran abu Gunung Anak Krakatau.
(Feby Novalius)