Keandalan operasi tersebut turut didukung pencapaian lebih dari 29 juta jam kerja selamat sejak 2013, menunjukkan konsistensi PAG dalam menjaga aspek HSSE dan keberlangsungan operasional.
Ke depan, PAG melihat peluang pengembangan breakbulking, LNG bunkering, ISO Tank, GUCD, penyimpanan, reload hingga re-export sebagai bagian dari ekosistem LNG Hub yang terintegrasi.
Yudi menyampaikan bahwa dengan posisi Arun yang strategis di kawasan Selat Malaka, pengembangan ini berpotensi memperkuat konektivitas Indonesia dengan pasar energi Asia Tenggara dan global.
“Target kami adalah menjadikan Arun sebagai bagian penting dari rantai pasok energi, tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk kebutuhan energi masa depan,” tutur Yudi.
“Untuk ke depan, bisnis PAG akan memerlukan tangki yang banyak sekaligus memberikan keleluasaan bagi PAG. Saat ini kita akan mengoptimalkan tangki eksisting,” tambahnya
(Dani Jumadil Akhir)