Dari sektor riil, peningkatan penjualan ritel kendaraan bermotor pada Agustus yang menembus 83.422 unit atau tumbuh 7,7 persen turut memberikan sentimen positif tambahan bagi arus modal masuk (capital inflow).
Di sisi ekspektasi eksternal, apresiasi rupiah terbilang menarik lantaran terjadi di tengah eskalasi konflik geopolitik global di Timur Tengah dan Eropa Timur yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia jenis Brent hingga melampaui level 100 dolar AS per barel.
"Di sisi lain pun juga kita melihat bahwa kondisi harga minyak mentah yang sudah di atas 100 dolar per barel, terutama dalam Brent crude oil, tidak melemahkan mata uang rupiah dalam perdagangan di sore ini. Ini cukup menarik karena pasar melihat data internal yang cukup bagus sehingga membuat pasar optimis arus modal asing kembali masuk ke dalam negeri," pungkas Ibrahim.
(Dani Jumadil Akhir)