Kejar E20, Produksi Bioetanol Lampung Ditargetkan 60 Ribu Kl

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Selasa 15 September 2026 10:27 WIB
Pemerintah menargetkan kapasitas produksi bioetanol di Lampung mencapai 60 ribu kiloliter (KL) pada 2027. (Foto: Okezone.com/Kementan)
Share :

JAKARTA – Pemerintah menargetkan kapasitas produksi bioetanol di Lampung mencapai 60 ribu kiloliter (KL) pada 2027. Target tersebut merupakan bagian dari pengembangan Bioethanol Development Center di Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, yang dikembangkan melalui kerja sama PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengatakan fasilitas tersebut pada tahap awal dibangun dengan kapasitas 60 kiloliter (KL). Kapasitas awal ini akan digunakan untuk menguji sekaligus menghitung keekonomian produksi bioetanol sebelum dilakukan peningkatan skala produksi.

"Kita bangun untuk mengukur aspek komersialisasinya: seberapa kompetitif biaya produksi yang bisa kita capai," ujar Todotua dalam keterangan resmi, Selasa (15/9/2026).

Dia menargetkan fasilitas tersebut mulai menghasilkan bioetanol paling lambat pada Desember 2026. Setelah aspek keekonomian produksi diketahui, kapasitas fasilitas akan ditingkatkan secara signifikan.

"Pada tahap awal kapasitasnya 60 kiloliter. Saya harapkan paling lambat Desember sudah bisa menghasilkan bioetanol. Setelah keekonomiannya diketahui, peningkatan kapasitas menuju 60 ribu kiloliter kita targetkan pada 2027," jelasnya.

Menurut Todotua, peningkatan kapasitas produksi bioetanol diperlukan seiring dengan rencana pemerintah meningkatkan pemanfaatan bioetanol sebagai campuran bahan bakar bensin hingga E20.

Kebutuhan tersebut juga didorong oleh proyeksi kenaikan konsumsi bensin nasional. Konsumsi bensin diperkirakan meningkat dari sekitar 37,3 juta kiloliter pada 2025 menjadi 39,7 juta kiloliter pada 2029.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya