JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan giant sea wall atau tanggul laut di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa merupakan proyek strategis yang penting untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga aktivitas ekonomi nasional.
Prabowo mengatakan, kawasan Pantura Jawa memiliki konsentrasi industri dan aktivitas ekonomi yang tinggi. Karena itu, pembangunan infrastruktur perlindungan pesisir dinilai perlu untuk menghadapi berbagai risiko di kawasan tersebut.
“Sangat vital karena di Pantai Utara Jawa itu banyak sekali industri kita di situ. Jadi, tanggul pantai, tanggul laut, breakwater,” ujar Prabowo dalam program ‘Presiden Prabowo Menjawab’, dikutip Kamis (17/9/2026).
Menurut Prabowo, giant sea wall yang direncanakan dibangun dari Tangerang ke Jawa Timur diproyeksikan memberi perlindungan bagi sekitar 50 juta penduduk. Infrastruktur tersebut juga ‘mengamankan’ 38 persen Produk Domestik Bruto (PDB) di dalam negeri.
“Pembangunan giant sea wall akan melindungi 50 juta rakyat kita dan juga mengamankan 38 persen PDB Indonesia,” ucapnya.
Prabowo menjelaskan, kawasan Pantura Jawa memiliki 70 kawasan industri dan lima kawasan ekonomi. Selain itu, wilayah tersebut menjadi bagian penting dari poros logistik nasional.
Secara keseluruhan, proyek giant sea wall direncanakan memiliki panjang sekitar 575 kilometer. Pembangunannya akan dibagi ke dalam 15 segmen. Prabowo mengatakan proses pembangunan ditargetkan mulai dilakukan pada awal 2027.
“Sudah ada yang berminat dan sudah ada yang mau finance (mendanai) juga. Jadi, ini salah satu proyek strategis yang harus kita jalankan,” ungkapnya.