Dia mengatakan Presiden Prabowo telah memberikan arahan agar persoalan tersebut segera ditertibkan.
"Arahannya harus segera kita tertibkan. Karena kita tahu bahwa pemerintah itu kan regulator. Implementasi di lapangan itu kan adalah eh Pertamina. Jadi saya melakukan koordinasi terus dengan eh Pertamina," ujar Bahlil.
Bahlil juga menjelaskan pergeseran konsumsi terjadi karena harga minyak dunia yang saat ini telah menembus lebih dari USD100 per barel. Kondisi tersebut berdampak terhadap harga BBM nasional, sementara harga BBM subsidi tidak dinaikkan.
"Ya kita tahu bahwa harga dunia sekarang kan lagi, tidak dalam kondisi baik-baik saja. Sekarang sudah mencapai 100 lebih, 100 dolar lebih per barel. Jadi pasti berdampak pada harga eh nasional, di mana harga subsidi kita tidak ada kita naikkan," katanya.
"Jadi pasti orang akan memilih ke sana. Tapi maksud saya adalah, saudara-saudara kita yang mampu, yang memakai mobil bagus, ya tolonglah, subsidi ini kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," pungkasnya.
(Taufik Fajar)