Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencatat pertumbuhan 41,7 persen, yang antara lain didorong oleh faktor pendapatan tidak berulang (one-off factor).
Belanja negara tumbuh 17,1 persen. Sementara itu, belanja Kementerian/Lembaga (K/L) mencapai Rp912,4 triliun atau tumbuh 33 persen dibandingkan posisi akhir Agustus tahun lalu sebesar Rp686,0 triliun.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan pelaksanaan proyek dan aktivitas pemerintah di lapangan berjalan lebih cepat dengan tetap memperhatikan prinsip efisiensi dan tepat sasaran.
Keseimbangan primer tetap terjaga positif sebesar Rp154,0 triliun. Sementara itu, posisi defisit APBN tercatat Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Realisasi pembiayaan mencapai Rp473,5 triliun atau 68,7 persen dari target APBN. Posisi tersebut masih berada dalam jalur (on track) menuju proyeksi defisit akhir tahun yang diperkirakan sekitar 2,85 persen dari PDB.
(Feby Novalius)