Transaksi Mata Uang Lokal Tembus USD49,4 Miliar, BI Proyeksikan Melonjak 2 Kali Lipat

Anggie Ariesta, Jurnalis
Rabu 23 September 2026 21:00 WIB
Bank Indonesia (BI) mencatat lonjakan penggunaan skema Local Currency Transaction (LCT). (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat lonjakan penggunaan skema Local Currency Transaction (LCT). Hingga Agustus 2026, akumulasi nilai transaksi LCT telah menembus USD49,4 miliar ekuivalen, melampaui pencapaian sepanjang 2025 yang tercatat sebesar USD25,7 miliar ekuivalen.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Djiwandono menjelaskan, peningkatan pesat ini mencerminkan kian solidnya adopsi mata uang lokal untuk menopang kegiatan perdagangan serta investasi lintas negara.

"Perkembangan LCT sangat baik. Tahun 2025 total transaksi LCT mencapai US$25,7 miliar ekuivalen. Sementara hingga Agustus 2026 sudah mencapai USD49,4 miliar ekuivalen," kata Thomas dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Melihat laju positif dalam delapan bulan pertama tahun ini, Thomas optimistis nilai transaksi LCT di penghujung 2026 akan mampu melampaui dua kali lipat realisasi tahun lalu.Ia menambahkan, penguatan skala LCT menjadi bagian dari strategi mendasar untuk memperkokoh struktur perekonomian nasional saat berhadapan dengan volatilitas pasar keuangan internasional.

"LCT tumbuh sangat baik. Kami berharap instrumen ini dapat membantu memperkuat struktur ekonomi dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," terangnya.

Hingga saat ini, implementasi kerja sama LCT Indonesia telah aktif berjalan bersama tujuh negara mitra, yaitu Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Uni Emirat Arab (UEA), dan Singapura. Skema LCT memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha dan investor untuk bertransaksi menggunakan mata uang lokal dari masing-masing negara tanpa bergantung pada dolar AS. Langkah ini efektif memangkas biaya transaksi serta memitigasi risiko volatilitas nilai tukar.

Ke depan, Bank Indonesia terus mengakselerasi perluasan jangkauan kerja sama LCT. Thomas membeberkan bahwa BI saat ini sedang mematangkan inisiasi kerja sama serupa dengan tiga negara mitra baru, yakni India, Filipina, dan Hong Kong.

Perluasan jaringan ini diharapkan dapat memperluas cakupan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas batas sekaligus memperkuat daya tahan sektor eksternal Indonesia di tengah tantangan ekonomi global.Iqbal Dwi Purnama
Anggie

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya