JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (6/11/2026). Rupiah turun 7 poin atau sekitar 0,04 persen ke level Rp18.089 per dolar AS.
Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan salah satu sentimen eksternal yang menekan rupiah berasal dari meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap serangan terhadap kapal-kapal tanker di Timur Tengah. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan minyak global.
Menurut United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), setidaknya lima kapal telah melaporkan insiden sejak Minggu. Frekuensi serangan tersebut mendekati rekor pada Oktober, yakni sebanyak 35 insiden yang melibatkan kapal.
“Korps Garda Revolusi Islam menyatakan bahwa dua kapal tanker minyak dan satu kapal tunda terbakar dalam insiden terpisah setelah mencoba melintasi rute yang tidak sah melalui Selat Hormuz,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Arab Saudi juga mengeluarkan peringatan mengenai potensi bahaya di sekitar Yanbu, salah satu pusat ekspor minyak negara tersebut di Laut Merah. Peringatan ini muncul di tengah berlanjutnya serangan kelompok militan Houthi di Yaman yang berafiliasi dengan Iran.
Prospek geopolitik juga masih diliputi ketidakpastian setelah pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat. Dalam pemilihan tersebut, Partai Demokrat berhasil mengambil alih kendali atas kedua majelis Kongres dari Partai Republik yang mendukung Presiden Donald Trump.