Advertisement
Advertisement

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 03 November 2026 |16:01 WIB
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup turun tipis 4 poin atau sekitar 0,02 persen ke level 18.160 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (3/11/2026).

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa salah satu sentimen datang dari eksternal yakni ada laporan bahwa AS telah menyerang Pulau Qeshm milik Iran. Beberapa pejabat tersebut menjelaskan bahwa serangan itu bersifat defensif, bertujuan untuk mencegah Iran memiliki keleluasaan dalam menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

“Pada hari Senin, Trump melontarkan keraguan mengenai apakah ia akan benar-benar melanjutkan ancaman serangan militer terhadap Iran, seraya menambahkan bahwa kesepakatan dengan Teheran mungkin saja tercapai,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Sementara itu, komunikasi antara Iran dan AS untuk mengakhiri perang masih terus berlanjut. Pernyataan ini muncul setelah serangkaian pembicaraan antara Iran dan pihak penengah dari Qatar berakhir dengan usulan yang telah diubah, namun belum menghasilkan terobosan berarti.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei telah memberikan wewenang tertentu kepada pemerintah untuk melakukan pembicaraan damai.

Selain itu, AS berencana mempertemukan delegasi dari Ukraina dan Rusia di Abu Dhabi pada tanggal 10–11 November untuk membahas pengakhiran perang Rusia melawan Ukraina, kesepakatan keamanan pasca-perang, serta upaya de-eskalasi.

Saat ini, perhatian pasar akan tertuju pada pemilihan umum paruh waktu (midterm elections) AS pada tanggal 3 November. Para pelaku pasar juga akan menghadapi jadwal ekonomi yang padat untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement