Advertisement
Advertisement

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 03 November 2026 |16:01 WIB
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
A
A
A

Data lowongan kerja (JOLTS Job Openings) akan dirilis pada hari Selasa. Selanjutnya, data perubahan tenaga kerja versi ADP (ADP Employment Change) dan indeks ISM Services PMI akan diumumkan pada hari Rabu, menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis pada hari Jumat.

Dari sentimen dalam negeri, kenaikan inflasi pangan pada Oktober menunjukkan bahwa tekanan harga kebutuhan pokok masyarakat masih cukup kuat. 

Inflasi pangan mencapai level tertinggi dalam lima bulan terakhir karena gangguan pasokan yang dipengaruhi fenomena El Niño, sehingga produksi dan distribusi sejumlah komoditas pangan terganggu. Akibatnya, harga beras, cabai, sayuran, dan bahan pangan lainnya berpotensi meningkat.

Bagi pasar, kondisi ini menjadi perhatian karena kenaikan harga pangan dapat menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpendapatan menengah ke bawah. 

Meskipun inflasi umum sedikit melandai dan masih berada dalam target Bank Indonesia, kenaikan inflasi pangan menunjukkan bahwa tekanan biaya hidup belum sepenuhnya mereda.

Selain itu, kondisi surplus neraca perdagangan Indonesia masih menghadapi tantangan. Meskipun pada September 2026 surplus perdagangan mencapai USD3,36 miliar tercatat lebih kuat dari perkiraan, tekanan tetap muncul karena pertumbuhan impor lebih cepat dibandingkan ekspor. Artinya, nilai barang yang masuk ke Indonesia meningkat lebih besar dibandingkan nilai barang yang dijual ke luar negeri.

Menurut Ibrahim, kenaikan impor sebenarnya bisa menjadi indikasi meningkatnya kebutuhan bahan baku, barang modal, dan aktivitas industri dalam negeri.

“Namun, jika pertumbuhan impor terus melampaui ekspor, selisih surplus perdagangan akan semakin menyempit,” kata dia.

Kuncinya, kata Ibrahim, adalah apakah kenaikan impor mampu mendorong kapasitas produksi dan ekspor Indonesia, atau justru membuat surplus perdagangan semakin menipis.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp18.160-Rp18.210 per dolar AS.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement