JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih bergerak melemah. Saat ini, Rupiah berada di level terendah Rp18.184 per dolar AS. Lalu sampai kapan pelemahan Rupiah ini?
Meski Rupiah dalam kondisi melemah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS tidak akan melemah hingga menembus Rp19.000 per dolar AS.
"Ya, kita lihat saja, tapi kita lebih optimis (rupiah tidak tembus Rp19.000 per dolar AS)," kata Airlangga di Jakarta, Rabu 28 Oktober 2026.
Airlanga menilai kondisi makroekonomi Indonesia saat ini masih relatif stabil. "Nanti kita lihat, kita optimis dengan kondisi makroekonomi," kata Airlangga.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mengawal ketat stabilitas nilai tukar rupiah yang tertekan oleh lonjakan inflasi energi akibat tingginya harga minyak mentah dunia. BI bersiap memperkuat intervensi di pasar keuangan guna memastikan gejolak harga komoditas global tidak sampai merusak fundamental stabilitas ekonomi domestik.
"Bank Indonesia terus hadir di pasar untuk menjaga mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga sesuai fundamentalnya, terutama di tengah tingginya harga minyak dunia yang berada di atas level 115 dolar AS per barel," ujar Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea dalam keterangan resmi.
Berdasarkan data transaksi pasar spot dan kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), mata uang garuda dalam beberapa hari perdagangan terakhir bergerak melemah dari level Rp18.156 hingga terperosok ke kisaran Rp18.184 per dolar AS. Tren depresiasi kurs tersebut dipicu oleh ketidakpastian penyelesaian konflik di Timur Tengah yang mengerek ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat dan membebani postur fiskal nasional ke depan.
"Kondisi konflik Timur Tengah ini menjaga harga minyak tetap tinggi di atas 115 dolar AS per barel, yang secara langsung meningkatkan risiko fiskal ke depan serta mendongkrak ekspektasi kenaikan suku bunga AS," jelas Erwin.