Advertisement
Advertisement

Rupiah Melemah ke Rp18.089 per Dolar AS, Ini Pemicunya

Anggie Ariesta , Jurnalis-Jum'at, 06 November 2026 |16:46 WIB
Rupiah Melemah ke Rp18.089 per Dolar AS, Ini Pemicunya
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (6/11/2026). (Foto: Okezone.com)
A
A
A

Hasil pemilihan tersebut sempat memunculkan harapan bahwa tekanan politik dapat mempercepat upaya mengakhiri konflik. Namun, hasil tersebut belum menjamin tercapainya terobosan diplomatik.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi membahas perkembangan terbaru upaya diplomatik untuk mendorong stabilitas kawasan melalui pembicaraan telepon terpisah dengan mitranya dari Arab Saudi dan Qatar. Perkembangan ini mengindikasikan bahwa jalur diplomasi masih terbuka.

Kekhawatiran terhadap pasokan energi juga meluas ke luar Timur Tengah. Ukraina kembali melancarkan serangan terhadap kilang minyak Rusia. Berdasarkan analisis video Reuters, Kilang Ryazan, salah satu kilang terbesar di Rusia, diduga menjadi sasaran serangan pesawat nirawak (drone) yang terjadi semalam.

Dari dalam negeri, Ibrahim menilai kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal Indonesia turut menekan rupiah. Kenaikan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan beban subsidi dan kompensasi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Di sisi lain, komitmen belanja pemerintah yang besar membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit sehingga menimbulkan perhatian investor terhadap defisit anggaran dan keberlanjutan fiskal,” kata Ibrahim.

Sebagai gambaran, hingga akhir Oktober 2026, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) telah mencapai USD93 per barel, jauh di atas asumsi dalam APBN. Pemerintah juga menaikkan anggaran subsidi dan kompensasi energi dari Rp338 triliun menjadi Rp500 triliun.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement