Di tengah target peningkatan produksi tersebut, panen jagung berlangsung di sejumlah wilayah, antara lain Lampung, Wonogiri, dan Tuban. Ketiga wilayah tersebut merupakan daerah produksi jagung yang menghadapi beragam tantangan budidaya, mulai dari variabilitas iklim hingga kondisi tanah.
Direktur PT Bayer Indonesia Andi Ilyas mengatakan tantangan perubahan iklim membuat inovasi dan penerapan praktik budidaya menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
“Hari Tani Nasional merupakan momentum untuk mengapresiasi peran penting petani dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Kami percaya dengan inovasi pertanian yang didukung praktik budidaya yang tepat, akan berpotensi membantu petani menghadapi tantangan iklim sekaligus meningkatkan potensi hasil panen,” kata Andi.
Sementara itu, Bayer Corn Seeds & Trait Lead Crop Science Indonesia Jawad Nasir mengatakan hasil observasi lapangan menunjukkan potensi penggunaan varietas jagung DEKALB DK79C Kuat jika dipadukan dengan praktik agronomi yang sesuai.
“Di tengah meningkatnya risiko El Niño dan kejadian cuaca ekstrem, petani membutuhkan inovasi yang dapat membantu mereka mempertahankan sekaligus meningkatkan performa tanaman,” ujarnya.