"Terkait saham apa yang ditransaksikan, tentu belum bisa kami sampaikan karena perdagangan masih berjalan, tetapi tujuannya sebagai strategi investasi yang tidak menekan harga. Karena ada mekanisme manajemen risiko yang kita terapkan, saham-saham dalam daftar tidak mengalami penurunan tajam, bahkan pagi tadi sempat naik atau relatif tidak berubah sehingga pelaksanaannya berjalan lancar," jelas Jeffrey.
Skema perdagangan short selling ini dirancang sebagai masa uji coba terbatas hingga akhir 2026 untuk mematangkan kesiapan infrastruktur perdagangan serta edukasi risiko bagi nasabah. Setelah fase uji coba rampung, BEI merencanakan perluasan daftar saham dan penambahan pialang yang terlibat secara bertahap pada awal 2027.
Ekspansi jumlah perantara pedagang efek berizin diyakini bakal memperluas aksesibilitas produk bagi pemodal berpengalaman di berbagai sekuritas. Kendati demikian, regulator tetap memprioritaskan pemenuhan tata kelola serta keandalan sistem operasional sebelum memberikan lampu hijau tambahan.
"Saat ini ada dua AB lagi di dalam pipeline kami yang sedang diproses untuk melayani short selling. Uji coba ini akan berjalan sampai akhir tahun sebelum dibuka lebih luas di awal tahun depan, dan kami belum menetapkan target kuantitatif jumlah investor karena kegiatan pemasarannya diserahkan kepada Anggota Bursa," urai Jeffrey.
(Taufik Fajar)