JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melantik Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin. Keduanya melengkapi jajaran pimpinan Kementerian Keuangan untuk mendampingi Menteri Keuangan Suahasil Nazara serta Wamenkeu Juda Agung.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik 2025 yang dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Februari 2026 (posisi per 31 Desember 2025), berikut rincian kekayaan masing-masing pejabat.
Luky Alfirman, mantan Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, mencatatkan total harta kekayaan bersih sebesar Rp52.827.928.569 tanpa catatan utang.
Porsi terbesar kekayaannya tersimpan dalam instrumen kas dan setara kas senilai Rp23.099.474.305 (43,7 persen dari total harta), diikuti kepemilikan surat berharga senilai Rp15.034.806.720 (28,5 persen), serta aset tanah dan bangunan sebesar Rp13.000.000.000 (24,6 persen).
Aset properti Luky terdiri atas tiga bidang tanah dan bangunan hasil sendiri yang tersebar di Jakarta Selatan (senilai Rp4,5 miliar dan Rp5,5 miliar) serta Kota Bandung (senilai Rp3 miliar).
Untuk alat transportasi, Luky melaporkan empat unit mobil dengan nilai total Rp550.000.000, yakni Toyota Avanza (2023), Honda Accord (2013), Honda City (2014), dan Honda Jazz (2012). Selain itu, ia juga mencatatkan harta bergerak lainnya sebesar Rp205.000.000 dan harta lainnya senilai Rp938.647.544.