“Interim Rp66 per saham ini sinyal bahwa manajemen yakin fundamental kuat. Kredit dan DPK bank hingga Agustus tumbuh 17,6%, laba delapan bulan 22,3%. Modal dan likuiditas masih longgar, jadi ruang tumbuh tetap ada,” ujar Wawan.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat Bank Mandiri dinilai mampu menjalankan dua strategi sekaligus, yakni memberikan imbal hasil yang besar kepada pemegang saham dan tetap mempertahankan ruang untuk ekspansi bisnis.
Dari sisi valuasi, Wawan menilai harga saham BMRI juga belum tergolong mahal jika dibandingkan dengan konsensus analis. Kombinasi antara potensi dividen yang besar, pertumbuhan laba, serta ruang ekspansi tersebut menjadi faktor yang membuat saham BMRI masih menarik untuk dicermati.
“Kalau mencari saham bank yang memberikan dividen jumbo sambil tetap ekspansi, BMRI masih menarik,” pungkas Wawan.
(Feby Novalius)