JAKARTA - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkomitmen memperkuat pendampingan bagi pengusaha UMKM di Sumatera Barat yang terdampak bencana agar tidak hanya mampu bangkit, tetapi juga terus tumbuh dan meningkatkan daya saing usaha.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar, serta fasilitasi pembiayaan guna mendukung keberlanjutan usaha sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza menegaskan, pemulihan UMKM pascabencana merupakan bagian dari mandat pemerintah yang membutuhkan penanganan serius, menyeluruh, dan berkelanjutan.
Kementerian UMKM sebagai leading sector dalam penguatan UMKM memiliki tanggung jawab untuk memastikan pengusaha terdampak memperoleh dukungan yang dibutuhkan, tidak hanya untuk kembali menjalankan usaha, tetapi juga mengembangkan usahanya agar semakin tangguh dan berdaya saing.
“Dampak bencana terhadap UMKM dan bagaimana mengantisipasinya justru menjadi tantangan paling berat setelah bencana terjadi. Karena itu, kami hadir untuk memastikan pengusaha UMKM mendapatkan pendampingan agar bisa memulai kembali usahanya dan menjaga keberlanjutannya,” ujar Helvi dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Wirausaha Terdampak Bencana di Kampus Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat dikutip, Sabtu (3/10/2026).
Helvi menyampaikan, pemerintah telah memberikan dukungan kepada UMKM terdampak bencana melalui bantuan Presiden. Khusus di Sumatera Barat, bantuan tersebut menjangkau sekitar 38 ribu UMKM dengan total alokasi sekitar Rp115 miliar.