JAKARTA – Pemerintah akan membuka ruang kerja sama yang lebih luas antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi BUMN.
Langkah tersebut menjadi bagian dari tahap lanjutan program streamlining BUMN yang saat ini masih berjalan. Pemerintah juga akan mulai mendorong optimalisasi aset BUMN pada 2027.
"Next step-nya, bagaimana kita mengoptimalkan aset-aset BUMN, kemudian juga meningkatkan produktivitas dan efisiensi, termasuk membuka kerja sama yang lebih luas dengan private sector dan dunia usaha," ujar Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, di Istana Negara, Senin (5/10/2026).
Menurut Rosan, pemerintah tidak menutup peluang bagi swasta untuk terlibat dalam pengelolaan aset atau usaha BUMN sepanjang kegiatan tersebut bukan merupakan sektor strategis dan dapat dijalankan lebih baik oleh dunia usaha.
"Kalau memang yang sudah bagus, sudah bisa dikerjakan oleh private sector, ya silakan, kita dukung," katanya.
Rosan menjelaskan, optimalisasi aset menjadi penting karena nilai aset yang dimiliki BUMN sangat besar. Namun, besarnya aset tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam kemampuan menghasilkan arus kas maupun pendapatan.